ARSITEKTUR PERTAMA ORANG BATAK YANG DIAKUI DI INDONESIA BAHKAN DI LUAR NEGERI

0
2360
views
ARSITEKTUR PERTAMA ORANG BATAK YANG DIAKUI DI INDONESIA BAHKAN DI LUAR NEGERI
ARSITEKTUR PERTAMA ORANG BATAK YANG DIAKUI DI INDONESIA BAHKAN DI LUAR NEGERI

Arsitektur merupakan pekerjaan untuk merancang sebuah bangunan dan yang membuat bangunan dapat memiliki keindahan untuk dilihat, baik dari luar bangunan ataupun di dalam bangunan. Dan ternyata ada orang batak yang memiliki kemampuan yang hebat dalam profesinya sebagai arsitektur yaitu Halak Hita juga yang bernama Fredrich Silaban.

Fredrich Silaban,
Fredrich Silaban,

Baca Juga Siapakah Orang Batak Pertama yang Mendapat Gelar Phd Hukum?

Dia merupakan seorang arsitek otodidak. Pendidikan formalnya hanya setingkat STM (Sekolah Teknik Menengah) namun ketekunannya membuahkan beberapa kemenangan sayembara perancangan arsitektur, sehingga dunia profesipun mengakuinya sebagai arsitek. Dan seiring perjalanan waktu, ia terkenal dengan berbagai karya besarnya di dunia arsitektur dan rancang bangun di mana beberapa hasil karyanya menjadi simbol kebanggaan bagi daerah tersebut. Penghargaan yang didapat oleh Fredrich Silaban ialah Bintang jasa Utama dari Pemerintah karena dapat membangun Mesjid Istiqlal.

Mesjid Istiqlal
Mesjid Istiqlal

Bangunan yang ditangani oleh Fredrich Silaban selama dia berprofesi sebagai arsitektur ialah

  • Gedung Universitas HKBP Nommensen – Medan (1982)
  • Stadion Utama Gelora Bung Karno – Jakarta (1962)
  • Rumah A Lie Hong – Bogor (1968)
  • Monumen Pembebasan Irian Barat – Jakarta (1963)
  • Markas TNI Angkatan Udara – Jakarta (1962)
  • Gedung Pola – Jakarta (1962)
  • Gedung BNI 1946 – Medan (1962)
  • Menara Bung Karno – Jakarta 1960-1965 (tidak terbangun)
  • Monumen Nasional / Tugu Monas – Jakarta (1960)
  • Gedung BNI 1946 – Jakarta (1960)
  • Gedung BLLD, Bank Indonesia, Jalan Kebon Sirih – Jakarta (1960)
  • Kantor Pusat Bank Indonesia, Jalan Thamrin – Jakarta (1958)
  • Rumah Pribadi Friderich Silaban – Bogor (1958)
  • Masjid Istiqlal – Jakarta (1954)
  • Gedung Bentol – Jawa Barat (1954)
  • Gerbang Taman Makam Pahlawan Kalibata – Jakarta (1953)
  • Kampus Cibalagung, Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP)/Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA) – Bogor (1953)
  • Rumah Dinas Walikota – Bogor (1952)
  • Kantor Dinas Perikanan – Bogor (1951)
  • Tugu Khatulistiwa – Pontianak (1938)

Baca Juga Pardedetex, Tim Sepak Bola Pertama Asli Batak Punya

 

Leave a Reply