Gordon Tobing, Penyanyi Legendaris “A Sing Sing So” Sangat Dikagumi Oleh Presiden Pertama Indonesia

0
933
views
gordon tobing
gordon tobing

A Sing Sing So  adalah salah satu lagu rakyat Batak yang tak asing lagi di ruang telinga. Tak hanya bagi suku Batak, juga suku lain banyak yang tahu lagu rakyat ini. Irama lagunya yang mendayu-dayu dan diciptakan dengan notasi sederhana, membuat lagu ini cepat memasyarakat. Bukan hanya di lingkungan parmitu, tapi juga di tengah keluarga. “ A sing sing so, a sing sing so…ueeeee, lugahon au da parauuuu…ullushon au alogooo…tu hutani datulangi…” (Bawalah daku oh perahu, bawalah daku angin ke kampung paman) Demikian penggalan syair intro lagu itu.

Tidak banyak generasi muda sekarang yang mengetahui siapa Gordon Tobing. Dia adalah penyanyi klasik Batak yang paling awal berlanglangbuana ke Uni Sovyet dan Amerika di era 1950 an. Gordon, konon membuat Presiden Soekarno terkesima saat mendengar alunan suaranya menyanyikan A Sing Sing So di RRC, saat kunjungan presiden ke negeri tirai bambu itu pada 1960.

Gordon Tobing, pemusik dan penyanyi Batak legendaris, adalah musisi yang berperan besar mempopulerkan lagu A Sing Sing So dan ratusan lagu Batak lainnya di luar negeri.Kepiawaiannya menyanyikan lagu berirama countryBatak, mengantarkannya menjelajah banyak Negara, seperti Meksiko, Argentina, Brazil, Amerika Serikat, Uni Sovyet ketika itu, bahkan ke Cina. Konon, banyak gadis Meksiko menaruh simpati ketika Gordon menyanyi di sebuah bar di Negara itu.

Siapa Gordon Tobing? Sebuah catatan menyebut Gordon anak kelahiran Medan, 25 Agustus 1925. Ayahnya Romulus Tobing juga dikenal sebagai pemusik dan komposer ternama pada jamannya. Romulus Tobing masih marpariban (isteri bersaudara) dengan komponis Batak termasyhur S.Dis Sitompul dari isterinya boru Hutabarat. Bakat musik yang mengalir dalam darah Romulus, ternyata diwarisi Gordon yang sejak kecil telah digembleng bermain musik dan olah vokal oleh ayahnya.

Pada 1950, Gordon berangkat ke Jakarta. Di kota itu ia sempat berpindah-pindah pekerjaan, bahkan sempat bekerja di perusahaan film Negara (Perfini). Kemudian ia pindah ke RRI. Disitulah Gordon bertemu seniman-seniman musik ternama seperti Iskandar dan Sudharnoto. Popularitas Gordon melejit ketika mendirikan vocal grup ( VG) “Sinondang Batak”. Kelompok paduan suara itu tak bertahan lama. Gordon kemudian membentuk VG “Impola” yang membuatnya makin terkenal pada era 60 an.

Bersama isterinya Theresia Hutabarat, Gordon mengusung vokal grupnya menjelajah mancanegara. Beberapa MC(master of ceremony) yang sudah punya nama waktu itu seperti Koes Hendratmo dan Hakim Tobing sempat ikut bergabung dalam VG “Impola”. Gordon tidak beranjak dari jalur musik rakyat. Ia tetap bercokol di blantika musikcountry. Gordon mampu tarik suara dengan warna seriosa, pop, mau pun country.

Sebagai penyanyi lagu rakyat, salah satu lagu yang kerap dinyanyikan Gordon adalah A Sing Sing So, ciptaan Boni Siahaan. Lagu itu pada 1960 an menjadi lagu Batak terkenal di Amerika. Bahkan karena warna vokalnya yang sanggup melengking tinggi beberapa oktaf, Gordon pernah dijuluki Mario Lanza dari Indonesia. Gordon pernah berkata “ saya bisa menyanyikan banyak lagu rakyat dari berbagai Negara, hanya lagu Arab yang saya tak bisa”.

Pada 1953 Gordon berangkat ke Moskow untuk suatu acara hiburan rakyat, disusul kunjungannya ke RRC pada 1961 mendahului kunjungan Presiden Soekarno. Saat mendarat di bandara, Bung Karno terkesima mendengar Gordon Tobing menyanyikan lagu A Sing Sing So, dan beberapa lagu Batak lainnya. Presiden RI pertama itu heran, bertanya pada ajudannya :”Siapa yang menyanyikan lagu Batak di sini?”. Setelah ajudan mengecek, dan melapor ke presiden, spontan presiden berkomentar “ Luar biasa itu, dengan lagu Batak bisa sampai di sini”. Sejak itulah Gordon dengan VG Impolanya beberapa kali diundang ke istana untuk mengisi acara hiburan.

Kini Gordon dan Impola tinggal kenangan. Gordon Tobing meninggal dunia tanggap 13 Januari 1993 setelah mempersembahkan suara emasnya untuk masyarakat dan Negara. Berbagai penghargaan telah diterimanya, baik yang berskala nasional mau pun internasional. Antara lain dari Vietnam, Australia, Kuba, Jerman, Kamboja, dan Cina. Malah Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser dan Presiden Fidel Castro dari Kuba pernah memberi hadiah gitar untuk Gordon, setelah melihat kepiawaiannya memetik tali gitar. Terakhir kaisar Jepang menganugerahkan bintang tanda jasa The Order of The Sacred Treasure dan Golden Silver Rays kepada Gordon Tobing karena Gordon dianggap turut berperan meningkatkan hubungan persahabatan Indonesia-Jepang.

Setelah Gordon Tobing tiada, blantika musik rakyat Batak kini menantikan kehadiran Gordon yang baru, yang diharapkan mampu menyetarai kaliber Gordon semasa hidupnya.

Dikutip dari kompas[dot]com

Biar kau gak dibilang dalle lagi instal tarombo batak ini 😀 .

Aplikasi Tarombo Batak
Aplikasi Tarombo Batak

Baca juga : Sinamot, Tuhor ni Boru Dianggap Menghina. Apa yang salah dengan Kalimat itu?

Leave a Reply