Hubungan Bendera Sisingamangaraja Dengan Agama Yang di Anut Sisingamangaraja

0
4260
views
Hubungan Bendera Sisingamangaraja dengan agama
Hubungan Bendera Sisingamangaraja dengan agama

Bendera Kerajaan Dinasti Sisingamangaraja XII adalah bendera atau lambang yang digunakan oleh Sisingamangaraja XII pada masa kerajaannya di tanah Batak. Gambar bendera Sisingamangaraja XII dapat kita temui di Makam Sisingamangaraja XII di Balige, Toba Samosir , Sumatera Utara dan juga di Monumen Sisingamangaraja XII di Tarutung, Tapanuli Utara .Ceritanya, Pahlawan Nasional Sisingamangaraja XII dikenal sebagai seorang pejuang yang tangguh. Demi mempertahankan Tano Batak, Ompu Pulo Batu, demikian gelarnya, gigih melawan pasukan Belanda sampai titik darah penghabisan dan ketika berperang, Sisingamangaraja juga kerap mengibarkan sebuah bendera. Warna dasarnya merah putih, sama seperti bendera Indonesia saat ini. Pada bendera itu juga terdapat sejumlah gambar dan simbol, yang tentu memiliki makna tersendiri.

Lalu apa maknanya?

Partondi Hamalimon
Partondi Hamalimon

Warna putih menggambarkan“Partondi Hamalimon” yakni mengambarkan tetang agama (Beriman Suci).

Parsinabul dihabonaran
Parsinabul dihabonaran

Warna merah merah  disebut “Parsinabul dihabonaran” adalah berarti menjunjung tinggi kebenaran, atau pembela keadilan dan kebenaran.

Sirungnungi na dapot bubu
Sirungnungi na dapot bubu

Gambar diatas disebut “Sirungnungi na dapot bubu” adalah pisau kembar menggambarkan keadilan sosial, juga melepaskan yang terpasung dan memerdekakan yang tertindas.

Mataniari Sidompahon
Mataniari Sidompahon

Gambar bulat warna putih mengambarkan “Mataniari Sidompahon” adalah matahari yang tidak bisa ditentang yang menggambarkan kekuasaan Sisingamangaraja.

 delapan penjuru angin
delapan penjuru angin

Gambar delapan sudut ini mengambarkan delapan penjuru angin (desa Naualu) dukungan dari delapan desa.

Jadi apa hubungannya dengan agama?

Agama yang dianut oleh Sisingamangaraja XII adalah agama asli Batak yaitu PARMALIM, walaupun banyak kontroversi catatan sejarah namun sangat lemah untuk menyatakan bahwa Sisingamangaraja XII beragama lain atau dalam hal ini Islam.

Kelewang, matahari, dan bulan bukan lambang yang eksklusif Islam. Sebagai akibat dari demografi kerajaan. Singamangaraja XII dikelilingi oleh kerajaan-kerajaan Islam sehingga tidak mengherankan kalau bendera Dinasti Sisingamangaraja XII terepresentasi sebagai akibat hubungan antar kerajaan dalam konteks wilayah seperti kesultanan Aceh. Lambang-lambang tersebut juga digunakan oleh para raja Melayu. Bendera ini juga dipengaruhi oleh bendera Alam Zulfikar. Alam Zulfikar merupakan bendera bermata dua yang populer di Arab, Turki dan Persia kemudian dipakai oleh Kesultanan Aceh sebagai tanda ketundukan pada Khalifah di Istanbul.

Baca juga : Sinamot, Tuhor ni Boru Dianggap Menghina. Apa yang salah dengan Kalimat itu?

Leave a Reply