Perkenalkan Inilah Ikan Pora Pora, Si Ikan Batak dari Danau Toba

0
2791
views
ikan pora pora batak
ikan pora pora batak

Apakah ikan punya etnis sehingga ada “ikan Batak”?  Tentu saja tidak. Itu adalah jenis ikan “spesial” Tanah Batak. Spesial dalam arti endemik Tanah Batak dan punya fungsi khusus dalam kehidupan sosial orang Batak (Toba). “Ikan Batak”  adalah jenis ikan endemik Danau Toba dan sungai-sungai yang bermuara ke sana. Nama Latinnya Neolissochilus thienemanni (Ahl., 1933) dari family Cyprinidae. Masih satu keluarga dengan ikan semah (Tor spp.) yang secara  lokal disebut “dengke” (ikan) jurung-jurung (Batak) atau kancra (Sunda) atau tambra (Jawa). Juga sekeluarga dengan ikan mas (Cyprinus carpio).

Sejak puluhan tahun lalu berbagai jenis ikan khas batak seperti, siburincak, asa-asa, terus dibudayakan dan seiring perkembangan budidaya,  ikan pora (ikan dewa) hingga saat ini mulai dibudidayakan oleh masyarakat pesisir Danau Toba. Ikan pora-pora hidup di perairan Danau Toba. Dalam sejarahnya, Mantan Presiden Megawati Soekarno Putri pada 2004 lalu, menaburkan benih ikan pora-pora ke sejumlah pembudidaya ikan. Seiring waktu, ikan itu telah berkembang pesat, sehingga hampir di seluruh bagian Danau Toba bisa dijumpai ikan pora-pora si ikan batak.

Seiring perkembangan budidaya dan rasa nikmat ikannya ternyata ikan pora-pora kini sepertinya menjadi ikan sejuta umat di pesisir Danau Toba.  ikan pora-pora hidup di air tawar dengan sisik berwarna putih dan ekor berwarna kuning. Panjangnya hanya antara 10-12 centimeter, lebih kecil dari ikan mujair, apalagi ikan mas atau lele.

Mendengar namanya membuat sebagian orang  kurang mengenal dengan ikan ini, bahkan masih terasa asing dengan yang namanya pora-pora. Namun banyak yang tidak menyangka dengan kelezatan ikan ini, populiasinya dapat hingga berton-ton dijual ke daerah lain dengan harga maksimal Rp.4.000-Rp.6000/ Kg. Memang sih harganya sangat miris melihatnya dibandingankan dengan ikan batak dengan ukuran 0,5 kg saja bisa hingga ratusan ribu rupiah mahalnya. Tapi, Kalau ikan ini dikeringkan, harganya bisa mencapai Rp. 15 ribu Rp20 ribu perkilo lho.

ikan pora-pora sangat sangat cepat berkembang biak. Dengan  umur 3 minggu ikan ini sudah bertelur dan 3 hari sudah menetas. Tak heran ini Ikan pora-pora setiap hari hasil tangkapan para nelayan bisa mencapai rata-rata sekitar 300 kg hingga  400 kg.  Bahkan ada beberapa penampung ikan, jenis ikan batak ini banyak dipasarkan ke daearah lainnya sampai ke Padang dan Pekanbaru dan Jakarta. Ikan yang dulunya kurang dikenal dan diminati, kini setiap harinya berton-ton ikan ditangkap di di danau itu.

Tahukah kamu, mengapa ikan pora-pora banyak dinikmati? Berdasarkan informasi Kedutaan besar Republik Rakyat China (RRC) ikan pora-pora mengandung akan Omega 3, yang dapat meningkatkan pertumbuhan anak mulai dari gizi  anak, mencerdaskan otak, selain itu meningkatkan HB darah. Ikan ini juga sangat baik dikonsumsi ibu hamil untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui dan mencegah keropos tulang.  ikan pora-pora mengandung lemak dan kalsium yang lebih tinggi dari ikan tawar atau ikan laut manapun, meski kandungan proteinnya lebih rendah.. Luar biasa bukan!.

Dari penelitian diketahui hasil protein ikan pora-pora basah 8,03 gr dan ikan kering 40,90 gr, kalsium ikan pora-pora basah 505 mg dan ikan kering 2,5 gr, serta untuk lemak ikan pora-pora basah 3,7 gr dan ikan kering 22,46 gr, maka hasil yang lebih rendah adalah ikan dalam bentuk basah.

Bagaimana cara memasaknya?

Nah bagi kamu yang ingin jalan-jalan ke Danau Toba pasti akan menemukan sejumlah deretan rumah makan yang menjual beragam sajian masakan ikan pora-pora. Biasanya ikan ini disajikan dalam bentuk dikuah asam, pepes atau digoreng biasa.

Untuk yang jenis gorengan ikan ini selalu didampingi dengan sausnya yaitu mayones dicampur dengan sambal dan jeruk nipis., rasanya maknyus pedas, manis dan gurih.

Ada juga sebagian rumah makan menawarkan masakan pora-pora dicampur dengan sup ikan kemangi dalam keadaan panas. Aroma kemangi dicampur dengan bawah membuat wanginya ikan ini semakin menggoda. Biasanya campuran ikan ini dibarengi dengan daun bawah, bawang Bombay dan tomat segar. Ternyata ya, ikan pora-pora tak kalah gurihnya dengan ikan laut lainnya. Apalagi kalau disantap langsung di tepi Danau Toba.

Kesibukan membuat kita kadang tidak cukup lagi menelan makanan yang padat gizi. Agar dapat mengkonsumsi makanan yang sehat di antara jadwal yang sangat sibuk, kini Crispy Pora-pora sudah menjamur dipasarkan di Sumatera Utara. Makanan ini diolah dengan menggunakan komposisi seperti telur ayam, tepung beras, tepung tapioka, garam, gula, bawang putih, merica dan minyak goreng.

Biar kau gak dibilang dalle lagi instal tarombo batak ini 😀 .

Aplikasi Tarombo Batak
Aplikasi Tarombo Batak

Baca juga : Sinamot, Tuhor ni Boru Dianggap Menghina. Apa yang salah dengan Kalimat itu?

Leave a Reply