Inilah Akibat dari Mangalua atau Kawin Lari

0
1277
views
akibat kawin lari
akibat kawin lari

Perkawinan dengan cara mangalua, ternyata telah menimbulkan banyak permasalahan baik itu bagi pelaku mangalua yang bersangkutan, dipihak perempuan, dipihak lelaki maupun di tengah-tengah masyarakat batak toba sendiri. Walaupun nanti akan ada upacara mangadati yaitu suatu proses upacara adat untuk mensahkan pasangan pelaku mangalua tersebut dalam perkawinan menurut adat tidak berarti langsung melenyapkan permasalahan ysng pernah ada.

Umunya keluarga pihak perempuan sangat menyesali tindakan mangalua ini, karena pihak laki-laki telah mengambil anak perempuan mereka tanpa ijin. Tindakan pihak laki-laki itu diaggap telah mencorengkan arang di muka keluarga perempuan. Seharusnya sebagai hula-hula kedudukan mereka merupakan yang tertinggi dalam struktur dalihan na tolu dan harus dijunjung tinggi serta struktur dalihan na tolu harus dijunjung tinggi oleh pihak laki-laki.

akibat kawin lari
akibat kawin lari

Pada umumnya pihak laki-lakilah yang memegang peranan penting dalam pelaksanaan mangalua sebab si perempuan di bawa si lelaki ke rumah orang tua ataupun keluarga terdekatnya. Akibatnya mangalua ini bagi pihak laki-laki sebenarnya tidaklah menjadi permasalahan, karena pihak laki-laki ini secara tidak langsung ikut mengusulkan dan membantu terjadinya perkawinahn mangalua ini. Bila ditinjau dari segi ekonomi sebenarnya menguntungkan bagi pihak laki-laki sebab mereka tidak dibebani lagi dengan sejumlah sinamot yang diminta oleh keluarga perempuan.

  • Suatu alternative yang terpaksa oleh sepasang kekasih untuk melaksanakan perkawinan, karena jalan mereka menuju perkawinan menghadapi berbagai hambatan.
  • Sinamot adalah sesuatu yang harus diserahkan oleh keluarga pihak laki-laki kepada pihak perempuan, baik berupa uang dan benda lain seperti tanah, ternak dan sebagainya.
  • Orang-orang kampung untuk memuaskan hati dimana mereka minta pembayaran kepada pihak paranak karena telah mengambil seorang perempuan dari lingkup mereka.
  • Sesuatu yang harus diserahkan oleh keluarga pihak lelaki kepada pihak perempuan, baik berupa uang dan benda seperti tanah, ternak dan lainnya atau bisa juga diartikan sama dengan sinamot.
  • Upacara peresmian secara adat, dimana kedua mempelai sebelumnya telah berumah tangga dengan cara mangalua.
  • Untuk memenuhi adat dan hokum sebagai jalan menyembah hula-hula serta meminta berkatnya.
  • Menyampaikan penghormatan, memenuhi adapt dan hokum sebagai jalan menyembah hula-hula serta minta berkatnya.
    Selalu dibedakan antara kelompok orang Batak dan bukan orang batak.

Leave a Reply