Inilah Penanggalan dan Kalendernya Batak Toba (Parhalaan)

0
2457
views
penanggalan-dan-kalender-batak-toba
penanggalan-dan-kalender-batak-toba

Kalender yang dimiliki suku bangsa Batak disebut dengan Parhalaan yang terdiri atas dua belas bulan dengan masing-masing 30 hari. Kalender tersebut tidak pernah dipakai untuk penanggalan, melainkan untuk tujuan meramal hari yang baik atau panjujuron ari. Kelompok Batak yang sampai sekarang masih menggunakan penanggalan Batak adalah Parmalim. Parmalim adalah aliran kepercayaan yang berdasar pada agama leluhur Batak.

Orang Batak dahulu kala tidak pernah mengetahui angka tahun karena memang tidak pemah dihitung. Bulan dihitung dengan mengurutkannya sebagai bulan pertama yang disebut Sipaha Sada, bulan kedua disebut Sipaha Dua, dan seterusnya sampai bulan kesepuluh.

Bulan kesebelas dinamakan bulan Li, dan bulan kedua belas dinamakan bulan Hurung. Hari pertama setiap bulan jatuh pada bulan mati, dan hari kelima belas adalah bulan purnama. Permulaan tahun dapat ditentukan ketika rasi Scorpio (siala poriama) terbit di ufuk timur dan rasi Orion (siala sungsang) terbenam di ufuk barat yaitu di bulan Mei. Bila bulan sabit yang masih sangat tipis kelihatan menjelang maghrib di sebelah utara Orion sebelum terbenam di ufuk barat.

Empat belas hari kemudian bulan purnama terbit di ufuk timur dan mengambil posisi sebelah utara rasi Scorpio. Dari rasi Scorpio (kala) kalender Batak dapat namanya, yakni Parhalaan. Diagram kalender dengan 12 bulan dan 30 hari sering diukir pada ruas-ruas bambu. Pada setiap bulan terdapat gambar kala yang menempati tiga sampai empat hari.

Pada bulan pertama letaknya bulan purnama (hari ke-14) masih dekat dengan Skorpio, sedangkan pada bulan-bulan berikut bulan pumama makin menjauh dari rasi bintang tersebut. Dalam bahasa Batak tidak ada istilah ‘minggu’, tetapi setiap bulan dapat dibagi atas empat minggu yang masing-masing tujuh hari. Nama ketujuh harinya dipinjam dari bahasa Sanskerta.

Panggoari ni Paha/ Penamaan Bulan menurut  suku Batak adalah :

1. Sipaha sada adalah bulan pertama – Maret – April
2. Sipaha dua adalah bulan kedua – April – Mei
3. Sipaha tolu adalah bulan ketiga –  Mei -Juni
4. Sipaha opat adalah bulan keempat – Juni – Juli
5. Sipaha lima adalah bulan kelima – Juli – Agustus
6. Sipaha onom adalah bulan keenam – Agustus – September
7. Sipaha pitu adalah bulan ketujuh – September – Oktober
8. Sipaha ualu adalah bulan kedelapan – Oktober – November
9. Sipaha sia adalah bulan kesembilan – November – Desember
10. Sipaha sampulu adalah bulan kesepuluh – Desember – Januari
11. Li adalah bulan kesebelas – Januari – Februari
12. Hurung adalah bulan keduabelas – Februari – Maret

Tahun Batak tidak diketahui berapa jumlahnya. Mungkin tidak ada satu peristiwa yang besar yang dialami suku batak yang menjadi titik tolak permulaan tahun. Atau jumlah tahun tidak perlu ada akibat dari pandangan tentang akhir zaman. Berdasarkan budaya spritual suku batak bahwa belum diketahui atau belum dijumpai tentang adanya akhir zaman. Yang ada adalah banua atas tempat orang-orang yang baik apabila sudah meninggal, Banua Tonga tempat atau dihuni seperti kehidupan sekarang ini dan Banua Toru adalah tempat atau dihuni orang-orang yang meninggal yang perbuatannya tidak baik.

Belum diketahui atau belum dijumpai pada budaya batak tentang akhir dari alam raya. akibat dari pandangan itu, mungkin pemikiran orang batak pembentuk gagasan itu, tidak perlu diadakan penarikan tahun batak. Yang paling utama pada mereka adalah masa depan yang lebih baik bagi generasi mereka. Maka perlu perbaikan berkelanjutan tentang pengamatan waktu untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.

Dan inilah yang masih dihayati suku batak bahwa anaknya adalah harta yang paling berharga baginya. Pertarikhan tahun batak belum diketahui, tetapi jumlah hari dan bulan pada setiap tahun ada pertambahan. Misalnya pada setiap empat tahun peredaran, ada bulan ketigabelas untuk menyesuaikan kepada tempat semula bintang-bintang di langit dimana bintang-bintang itu kembali ke tempat semula.

Baca juga : Sinamot, Tuhor ni Boru Dianggap Menghina. Apa yang salah dengan Kalimat itu?

Leave a Reply